Langsung ke konten utama

Sudah Lama


Hampir sekian tahun lebih, anakku. Ayah tidak pernah menengok rumah ini. Ayah pikir rumah ini akan lenyap begitu saja, tapi sesekali ayah rindu dan akhirnya bisa menengok seluruh ruangannya.

Rasa kangen ayah pada rumah ini sudah lama tidak terwujud semenjak terlalu banyak "mainan" yang membuat ayah lupa dimanakah rumah ini.


Sudah lama, seperti inilah yang sedang terjadi antara ayah dan rumah ini. karena sudah lama pula, ayah ingin bercerita bahwa kita mudah kehilangan sesuatu dalam hidup kita. dan kita menganggap itu sebagai sesuatu yang terlupakan. maka muncullah "sudah lama".


Anakku,
Seperti halnya perasaan ayah pada rumah ini seperti ayah merasakannya pada negeri ini, Indonesia. Sudah lama ayah mendambakan negeri ini akan selalu aman, damai dan harmoni. sudah lama pula ayah tidak menemukan dimanakah kedamaian itu?. setelah ayah bertahun-tahun melihat negeri ini melihat "pergerakan lain" sehingga jauh dari kondisi semula.

Anakku, Media adalah salah satu corong sumber informasi bagi masyarakat, maka tidak ayal lagi semua informasi, baik yang positif mau sebaliknya akan diterima atau ditolak oleh masyarakat. sehingga dalam kehidupan kita, kehidupan manusia seolah dikekang oleh informasi. 

Sesungguhnya, kemandirian manusia memperoleh informasi sangat dibutuhkan agar manusia bisa menggunakan akal warasnya. Tapi di akhir jaman ini manusia tidak bisa berkembang pemikirannya. Sehingga ia tidak bisa menggunakan akal warasnya. Lihatlah peradaban manusia di era digital ini banyak caci maki, intoleransi, adu domba, fitnah dsb. Anakku, semua itu akan terjadi bilamana manusia tidak pandai memilah dan memilih informasi dengan baik. Maka ingin tuturkan ini kepadamu, janganlah kamu buta mata apalagi buta hati ketika sudah terhubung dengan dunia digital. 

So, sebenarnya tujuan ayah kembali ke rumah ini karena ayah ingin merasakan kedamaian didalamnya, setidaknya damai dalam kata-kata. sebagaimana dulu ayah merasakan betul kedamaian di negeri ini, setelah sekian lama negeri ini mengalami gonjang ganjing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keyakinan Kita

Anakku,

Setiap malam kadangkala ayah ingin selalu mendongeng saat ayah akan mengantarmu tidur. Tapi usaha itu ayah urungkan karena kamu sudah terlelap setelah seharian bermain. Barangkali ada esok hari yang bisa ayah ceritakan ketika mengantarmu ke tempat tidur.

Anakku,

Ada sebuah cerita yang ingin ayah dongengkan sebelum kamu tidur, cerita ini sebenarnya sering ayah dengar dari orang secara turun-temurun. Barangkali ceritanya sangat sederhana tapi tujuan tidaklah sederhana yaitu untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik) disamping untuk menghibur.



Dahulu pernah ada seorang ayah dan anaknya yang berjalan dengan menaiki keledainya.

Ketika diperjalanan orang-orang heran melihatnya bahkan merasa miris karena mereka melihat betapa kasihan si keledai yang dibebani oleh dua manusia dan barang-barang.

Mendengar celetukan orang-orang itu, si ayah berkata kepada anaknya, "nak, sebaiknya kamu saja yang naik. Keledai ini tidak akan kuat sampai ke tujuan kalau terlalu berat".

Akhirnya si ayah …

Kisah Tak Kunjung Usai

Cahaya adalah hembusan sinar yang mencorong seluruh penjuru sudut ruang. Dan setiap kegelapan akan dilaluinya sehingga lenyaplah kegelapan itu. Bila ada kegelapan yang terlampaui maka cahaya itu telah dihentikan jalannya, dan berhenti tanpa setitik pun yang menyelimutinya.
Cahaya matahari selalu muncul ketika tiba esok hari di waktu pagi. Dan setiap penjuru ruang akan terkena sinarnya sehingga tidak ada tempat yang gelap. Disamping itu cahaya matahari menunjukkan hal yang tak nampak. Semua semesta telah terlihat di mata ketika cahaya itu memberi penerangan. Ketika muncul matahari dengan sinarnya, jalan-jalan, pepohonan, binatang dan lainnya telah nampak sekali dalam pandangan mata. Tetapi semua itu adalah semu. Kenapa semu? karena cahayanya tidaklah abadi. Ia akan berhenti ketika malam tiba dan digantikan oleh rembulan, sehingga semua yang nampak karena cahaya itu, kini tidaklah terlihat lagi. Kegelapan telah menyelimutinya, sekalipun masih ada cahaya rembulan, tetap saja tak mampu men…

Sikap Santun

Anakku,
Bumi ini begitu indah kala dipandang, banyak tanaman hijau tumbuh dengan lebat, pegunungan menjulang tinggi, samudera luas membentang dan masih banyak lagi keindahan yang tidak terhitung jumlahnya karena memang Allah maha luas dengan segala ciptaan-Nya.


Anakku,
Kalau bumi ini sudah sangat indah, maka perindahkanlah sikapmu pada bumi. Karena bumi ini diciptakan untuk orang-orang yang mencintai keindahan. sedangkan keindahan itu sendiri adalah Allah yang menciptakannya. Maka kalau kamu mencintai keindahan berarti kamu mencintai ciptaan-Nya.