Langsung ke konten utama

Pahami Lingkungan

Anakku,
Zaman akan terus berubah setiap saat, problematika akan bertambah setiap waktu, kendala dan hambatan akan merintang setiap saat. Maka cara apakah yang akan kamu lakukan seandainya kamu akan menemui zaman seperti itu?


Di era ayah tidak bersamamu lagi, kamu akan berjalan sendiri tanpa bantuan siapapun. Kehidupanmu akan berlangsung tanpa orang yang menjadi sandaran kebingunganmu. Perjalananmu akan menemukan banyak aral melintang yang sama dan mungkin berbeda dengan zaman ayahmu ketika muda.

Anakku,
pada zamanmu kelak, kamu adalah manusia yang beruntung karena orang-orang di masamu akan menyadari tentang menjaga lingkungan, tetapi pada zamanmu pula kamu akan menjadi sebaliknya orang yang paling rugi di dunia ini. Kenapa?

Karena akan banya orang-orang yang hidup disekitarmu akan merusak alam ini dengan perilaku congkaknya. 

Sampah yang terbuang dimana-mana tanda ketidak bersihan orang-orang disekeliling kita, tetapi keberadaan kita tidak lepas dari status negatif mereka. Karena semua yang nampak adalah kehidupan manusia secara keseluruhan.

Anakku,
Andaikan kamu berpikir dunia akan selalu aman, nyaman dan bersih, tentu itu pemikiran yang bagus. Namun pemikiran seperti itu tidak cukup kamu karena di zamanmu akan banyak ditemukan orang yang pandai berbicara kebaikan dan menjaga kelestarian alam, namun tindakan mereka menunjukkan sebaliknya. Itulah masa dimana kamu akan ada didalamnya.

Anakku,
Ayah sudah menyebutkan bahwa setiap permasalah begitu komplek, bahkan seolah tidak terselesaikan. Setiap hal yang akan kamu temui kadang sudah nampak kesulitannya. Untuk itu janganlah kamu lengah dengan apa yang akan terjadi pada masamu.

Bila alam ini dengan berbagai lingkungan tempat yang ditinggali manusia sudah menunjukkan kerusakannya, maka lakukan cara terbaik walau itu kecil. seperti kamu akan membuang sampah pada tempatnya. dan buatlah orang-orang selalu tersenyum ketika menyapamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ladang-ladang

Ladang-ladang
Agamamu telah mengadilimu dengan 4 perkara Salah satunya adalah kau akan menjadi petani Lalu dari hasil kerjamu berbuah manis Cangkulmu adalah alatmu wahai kaum adam Bila kau tak bisa menggunakannya, biarlah ia berdzikir

Dengan sebaik-baik prasangka pada pemilik asma’ Cangkulmu adalah alat terbaik dalam hidupmu Dengan puncak kebesaranmu untuk meraih tuhanmu Biarlah ladang-ladang itu yang berdiam Kau hanya boleh memilih ladang yang paling tepat untukmu

Hakmu hanya dengan 4 ladang Kalau kau akan memilikinya secara bersama-sama Cangkullah…! Dengan sebaik-baik cangkulan Maka kau akan menikmati hasil tanaman itu.






Keyakinan Kita

Anakku,

Setiap malam kadangkala ayah ingin selalu mendongeng saat ayah akan mengantarmu tidur. Tapi usaha itu ayah urungkan karena kamu sudah terlelap setelah seharian bermain. Barangkali ada esok hari yang bisa ayah ceritakan ketika mengantarmu ke tempat tidur.

Anakku,

Ada sebuah cerita yang ingin ayah dongengkan sebelum kamu tidur, cerita ini sebenarnya sering ayah dengar dari orang secara turun-temurun. Barangkali ceritanya sangat sederhana tapi tujuan tidaklah sederhana yaitu untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik) disamping untuk menghibur.



Dahulu pernah ada seorang ayah dan anaknya yang berjalan dengan menaiki keledainya.

Ketika diperjalanan orang-orang heran melihatnya bahkan merasa miris karena mereka melihat betapa kasihan si keledai yang dibebani oleh dua manusia dan barang-barang.

Mendengar celetukan orang-orang itu, si ayah berkata kepada anaknya, "nak, sebaiknya kamu saja yang naik. Keledai ini tidak akan kuat sampai ke tujuan kalau terlalu berat".

Akhirnya si ayah …

Kisah Tak Kunjung Usai

Cahaya adalah hembusan sinar yang mencorong seluruh penjuru sudut ruang. Dan setiap kegelapan akan dilaluinya sehingga lenyaplah kegelapan itu. Bila ada kegelapan yang terlampaui maka cahaya itu telah dihentikan jalannya, dan berhenti tanpa setitik pun yang menyelimutinya.
Cahaya matahari selalu muncul ketika tiba esok hari di waktu pagi. Dan setiap penjuru ruang akan terkena sinarnya sehingga tidak ada tempat yang gelap. Disamping itu cahaya matahari menunjukkan hal yang tak nampak. Semua semesta telah terlihat di mata ketika cahaya itu memberi penerangan. Ketika muncul matahari dengan sinarnya, jalan-jalan, pepohonan, binatang dan lainnya telah nampak sekali dalam pandangan mata. Tetapi semua itu adalah semu. Kenapa semu? karena cahayanya tidaklah abadi. Ia akan berhenti ketika malam tiba dan digantikan oleh rembulan, sehingga semua yang nampak karena cahaya itu, kini tidaklah terlihat lagi. Kegelapan telah menyelimutinya, sekalipun masih ada cahaya rembulan, tetap saja tak mampu men…