Kenal Ayah Dunia



Anakku, 


Setiap manusia yang diciptakan Allah swt di muka bumi ini dilahirkan dari seorang ibu. Kehadirannya juga karena adanya ayah. Meskipun dalam beberapa kisah dan sejarah manusia adapula manusia yang diciptakan Allah swt tanpa seorang ayah seperti Isa AS, atau pun tanpa ayah dan ibu seperti Adam AS sebagai BAPAK MANUSIA.

Manusia, konon adalah mahluk paling sempurna di muka bumi ini, tentu saja kesempurnaannya karena adanya anugerah dari Allah swt berupa akal pikiran. Dan dengan akal pikirannya, manusia belajar untuk mengenal darimana asal usulnya. Maka salah satu asal usul manusia yang patut dikenal adalah ayahnya.

Anakku,

Seorang ayah seyogyanya dikenal oleh anaknya. Tentu untuk dikenal oleh anaknya, si ayah harus mengajarkan kasih sayang kepadanya, sebagaimana ibunya yang telah lebih dulu menunjukkan kasih sayangnya semenjak si anak dalam kandungan. Kasih sayang seorang ayah barangkali sedikit berbeda dengan ibunya, tetapi sejatinya seorang ayah akan selalu menumpahkan kehidupannya untuk seluruh kehidupan anaknya. Maka bilamana kamu melihat seorang ayah bersikap keras kepada anaknya karena suatu hal, sesungguhnya didalam hatinya tidak pernah menghilangkan ataupun melenyapkan rasa sayang pada anaknya. 

Anakku,

Tahukah kamu siapa ayah yang baik di muka bumi ini?, Iya. Kamu akan mengenalnya dengan nama yang sangat mulia, yang selalu kita sebut namanya setiap saat, terutama ketika sholat, beliau adalah Rasulullah Muhammad saw.

Kisah beliau sebagai sosok teladan manusia tentu saja bisa dilihat dari kasih sayang beliau kepada anak-anaknya. Bahkan para sahabat, termasuk Anas bin Malik RA menyaksikan beliau sebagai sosok yang paling sayang terhadap anak-anak kecil. Untuk itu, ketahuilah nak bahwa seorang ayah pun tak hengkang rasa kasih sayangnya pada anak-anaknya karena memang rasa kasih sayang itu dihadirkan untuk anak-anaknya.

Anakku,

Bilamana seorang anak tumbuh dengan baik, tentu ada peran ayah dan ibunya. Ibarat tanaman, Ia dapat tumbuh tidak hanya karena siraman air dan pupuk semata, tetapi batangnya menjadi sandaran untuk dapat menjulur ke atas, sehingga ia tumbuhlah dengan baik. Dengan demikian nampaklah peran seorang ayah yang menjadi sandaran bagi anak-anaknya.

Anakku,

Suatu saat kamu akan hidup tanpa sandaran itu,  maka penganglah erat-erat pelajaran yang telah ayah berikan kepadamu, yang ayah ambil dari petuah dan ajaran sosok panutan kita, seorang ayah panutan dunia, Nabi Muhammad saw.

Tidak ada komentar