Langsung ke konten utama

Keyakinan Kita


Anakku,

Setiap malam kadangkala ayah ingin selalu mendongeng saat ayah akan mengantarmu tidur. Tapi usaha itu ayah urungkan karena kamu sudah terlelap setelah seharian bermain. Barangkali ada esok hari yang bisa ayah ceritakan ketika mengantarmu ke tempat tidur.

Anakku,

Ada sebuah cerita yang ingin ayah dongengkan sebelum kamu tidur, cerita ini sebenarnya sering ayah dengar dari orang secara turun-temurun. Barangkali ceritanya sangat sederhana tapi tujuan tidaklah sederhana yaitu untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik) disamping untuk menghibur.



Dahulu pernah ada seorang ayah dan anaknya yang berjalan dengan menaiki keledainya.

Ketika diperjalanan orang-orang heran melihatnya bahkan merasa miris karena mereka melihat betapa kasihan si keledai yang dibebani oleh dua manusia dan barang-barang.

Mendengar celetukan orang-orang itu, si ayah berkata kepada anaknya, "nak, sebaiknya kamu saja yang naik. Keledai ini tidak akan kuat sampai ke tujuan kalau terlalu berat".

Akhirnya si ayah turun dan hanya si anak yang naik keledai itu. Ditengah perjalanan mereka kembali bertemu orang-orang, terdengar pula ditelinga si anak betapa durhakanya anak itu karena ia membiarkan ayahnya berjalan kelelahan tanpa menaiki keledainya sedangkan ia enak-enakan diatas keledai itu

Mendengar celetukan orang-orang itu, si anak berkata, "Ayah, benar sekali apa yang dikatakan mereka. Aku tidak akan menjadi anak yang berbakti kalau aku membiarkan ayah berjalan kelelahan".

Akhirnya si anak turun dan berganti si ayah yang naik, lalu mereka melanjutkan kembali perjalanannya. Ditengah-tengah perjalanan mereka bertemu lagi dengan orang-orang dan terdengar pula celetukan sebagian orang-orang itu bahwa betapa celakanya si ayah karena tidak sayang dengan anaknya, sedangkan ia enak-enakan diatas keledai.

Mendengar celetukan orang-orang itu, si ayah kembali berkata, "Nak, orang-orang itu benar sekali, ayah seharusnya tidak membiarkan kamu berjalan tanpa menaiki keledai ini. Tentu kamu akan cepat lelah. Tapi kalau kita menaiki keledai ini berdua tentu akan lebih kasihan lagi keledai ini. Bagaimana kalau jalan saja?"

Akhirnya mereka berdua berjalan tanpa menunggangi keledai itu. Ditengah-tengah perjalanan mereka kembali bertemu lagi orang-orang dan terdengar lagi celetukan dari mereka bahwa betapa bodohnya ayah dan anak yang menarik keledainya tapi tidak mereka tunggangi.

Merasa sudah melakukan apa yang sudah diucapkan orang-orang itu, akhirnya si ayah dan anak menggotong keledai itu dengan dengan cara mengikat keempat kakinya dan dibawa sepanjang jalan. Namun ditengah perjalanan mereka kembali bertemu dengan orang-orang dan seketika mereka tertawa semua seraya berkata betapa sangat bodoh dua orang ini, keledai yang seharusnya bisa mereka tunggangi malah digotong, "haha..." terdengar gelak tawa orang-orang itu. 

Si ayah pun menyadari dan mengingatkan kepada anaknya, "Nak, kita sudah melakukan apa saja yang dikatakan orang-orang itu, tapi tidak ada satu pun yang membela kita. Maka ketahuilah nak, Hari ini kita harus belajar betapa pentingnya prinsip dan keyakinan didalam hati kita. agar setiap godaan dan cobaan yang datang tidak mampu mengubah apa yang sudah kita yakini. bersyukurlah ada hikmah setiap apa yang terjadi pada kita".

Anakku,

Sebagaimana pesan si ayah kepada anaknya, rasanya patut dipahami dan direnungkan dengan baik agar setiap apa yang kita kerjakan benar-benar sesuai dengan keyakinan kita, dan semua hambatan hanyalah pintu untuk menguji kemampuan kita, Maka dari itu marilah kita bersandar atas semua urusan kita kepada pemilik segala urusan, dialah ALLAH SWT. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Tak Kunjung Usai

Cahaya adalah hembusan sinar yang mencorong seluruh penjuru sudut ruang. Dan setiap kegelapan akan dilaluinya sehingga lenyaplah kegelapan itu. Bila ada kegelapan yang terlampaui maka cahaya itu telah dihentikan jalannya, dan berhenti tanpa setitik pun yang menyelimutinya.
Cahaya matahari selalu muncul ketika tiba esok hari di waktu pagi. Dan setiap penjuru ruang akan terkena sinarnya sehingga tidak ada tempat yang gelap. Disamping itu cahaya matahari menunjukkan hal yang tak nampak. Semua semesta telah terlihat di mata ketika cahaya itu memberi penerangan. Ketika muncul matahari dengan sinarnya, jalan-jalan, pepohonan, binatang dan lainnya telah nampak sekali dalam pandangan mata. Tetapi semua itu adalah semu. Kenapa semu? karena cahayanya tidaklah abadi. Ia akan berhenti ketika malam tiba dan digantikan oleh rembulan, sehingga semua yang nampak karena cahaya itu, kini tidaklah terlihat lagi. Kegelapan telah menyelimutinya, sekalipun masih ada cahaya rembulan, tetap saja tak mampu men…

Sikap Santun

Anakku,
Bumi ini begitu indah kala dipandang, banyak tanaman hijau tumbuh dengan lebat, pegunungan menjulang tinggi, samudera luas membentang dan masih banyak lagi keindahan yang tidak terhitung jumlahnya karena memang Allah maha luas dengan segala ciptaan-Nya.


Anakku,
Kalau bumi ini sudah sangat indah, maka perindahkanlah sikapmu pada bumi. Karena bumi ini diciptakan untuk orang-orang yang mencintai keindahan. sedangkan keindahan itu sendiri adalah Allah yang menciptakannya. Maka kalau kamu mencintai keindahan berarti kamu mencintai ciptaan-Nya.