Langsung ke konten utama

Mencari Jodoh

Anakku,

Kehidupan manusia memang sudah diatur oleh yang Maha Kuasa salah satunya berkaitan dengan jodoh, sekalipun Allah swt sudah memberikan kesempatan dan pilihan kepada manusia dalam soal jodoh tetapi Allah swt tetap lebih berhak berkehendak dengan kehendak-Nya.

Nak,

Ada sebuah kisah tentang jombloer, tingkahnya selalu aneh-aneh saja. meskipun aneh, si tolol selalu berdo'a agar semua hajatnya bisa dikabulkan salah satunya memohon disegerakan jodohnya. Dalam sholatnya, setelah usai berdzikir ia tidak pernah lupa untuk mengucapkan.

"Tuhanku... Anugrahkan kepadaku pasangan yang sholihah, cantik (akhlaknya), merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya dan taat kepada pasangannya".

Do'a ini tidak pernah henti-hentinya ia panjatkan didalam sholatnya, sampai-sampai ia tidak sadarkan diri do'anya didengar orang lain yang ada disebelahnya. "ya allah.. ya allah... segerakan jodohku ya allah..".

Dasar si tolol manusia yang tidak konsisten dalam pendiriannya, setelah pulang dari masjid ia dihampiri oleh seorang gadis yang ingin menanyakan sebuah alamat. rupanya gadis itu memikat mata si tolol, busananya ketat sekali. kontan saja ia buru-buru masuk ke masjid, sementara orang melihat si tolol ini seolah hendak bertaubat karena ia bertemu dengan wanita yang tidak layak dalam berbusana.

Setelah ambil air wudlu, si tolol mendirikan sholat sunnah dua rakaat. lalu ia tutup sholatnya dengan do'a ini:
"Tuhanku... Anugrahkan kepadaku pasangan yang bohai, cantik (wajahnya), merasa cukup dengan kekurangan pasangannya".

Dasar si tolol, do'a saja masih diprotes, apalagi kalau bukan do'a.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keyakinan Kita

Anakku,

Setiap malam kadangkala ayah ingin selalu mendongeng saat ayah akan mengantarmu tidur. Tapi usaha itu ayah urungkan karena kamu sudah terlelap setelah seharian bermain. Barangkali ada esok hari yang bisa ayah ceritakan ketika mengantarmu ke tempat tidur.

Anakku,

Ada sebuah cerita yang ingin ayah dongengkan sebelum kamu tidur, cerita ini sebenarnya sering ayah dengar dari orang secara turun-temurun. Barangkali ceritanya sangat sederhana tapi tujuan tidaklah sederhana yaitu untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik) disamping untuk menghibur.



Dahulu pernah ada seorang ayah dan anaknya yang berjalan dengan menaiki keledainya.

Ketika diperjalanan orang-orang heran melihatnya bahkan merasa miris karena mereka melihat betapa kasihan si keledai yang dibebani oleh dua manusia dan barang-barang.

Mendengar celetukan orang-orang itu, si ayah berkata kepada anaknya, "nak, sebaiknya kamu saja yang naik. Keledai ini tidak akan kuat sampai ke tujuan kalau terlalu berat".

Akhirnya si ayah …

Kisah Tak Kunjung Usai

Cahaya adalah hembusan sinar yang mencorong seluruh penjuru sudut ruang. Dan setiap kegelapan akan dilaluinya sehingga lenyaplah kegelapan itu. Bila ada kegelapan yang terlampaui maka cahaya itu telah dihentikan jalannya, dan berhenti tanpa setitik pun yang menyelimutinya.
Cahaya matahari selalu muncul ketika tiba esok hari di waktu pagi. Dan setiap penjuru ruang akan terkena sinarnya sehingga tidak ada tempat yang gelap. Disamping itu cahaya matahari menunjukkan hal yang tak nampak. Semua semesta telah terlihat di mata ketika cahaya itu memberi penerangan. Ketika muncul matahari dengan sinarnya, jalan-jalan, pepohonan, binatang dan lainnya telah nampak sekali dalam pandangan mata. Tetapi semua itu adalah semu. Kenapa semu? karena cahayanya tidaklah abadi. Ia akan berhenti ketika malam tiba dan digantikan oleh rembulan, sehingga semua yang nampak karena cahaya itu, kini tidaklah terlihat lagi. Kegelapan telah menyelimutinya, sekalipun masih ada cahaya rembulan, tetap saja tak mampu men…

Sikap Santun

Anakku,
Bumi ini begitu indah kala dipandang, banyak tanaman hijau tumbuh dengan lebat, pegunungan menjulang tinggi, samudera luas membentang dan masih banyak lagi keindahan yang tidak terhitung jumlahnya karena memang Allah maha luas dengan segala ciptaan-Nya.


Anakku,
Kalau bumi ini sudah sangat indah, maka perindahkanlah sikapmu pada bumi. Karena bumi ini diciptakan untuk orang-orang yang mencintai keindahan. sedangkan keindahan itu sendiri adalah Allah yang menciptakannya. Maka kalau kamu mencintai keindahan berarti kamu mencintai ciptaan-Nya.