Langsung ke konten utama

Samudera Al-Fatihah

Membuka lembaran baru kehidupan dengan mencatat semua yang ada di muka bumi ini seolah menjadi pengantin baru yang siap mengarungi samudera kehidupan ala kedua mempelai. tentu tidak mudah untuk melakukan semua tindakan dalam sekali kata "hati" dalam menjalani kehidupan ini seperti mudahnya membalikkan telapak tangan. 

Tetapi apa yang sudah digariskan oleh Allah, bukanlah hal yang mustahil untuk dikejar.

Hari ini ayah ingin membuka cerita baru tentang kehidupan yang tidak bisa diganggu gugat oleh manusia. karena banyak hal yang menarik untuk diperbincangkan dan Allah telah menganugerahkannya kepada kita. 

demikian ayah ingin menyebutnya dengan mengarungi 

Samudera Al-Fatihah. 

Samudera yang tidak pernah bertepi, yang bisa mengarung jauh tanpa jejak. 

Nak, bila cerita kehidupan ini tidak berhenti sesuai apa yang kamu inginkan, tentu Allah lebih berhak atas semua takdir yang menimpa di atas ubun-ubun kepalamu. 

Nak, kamu tahu Samudera Al-Fatihah?.

Sesungguhnya samudera itu sangat luas. dan untuk mengarungi samudera itu kamu harus menggunakan perahu untuk mencapai sebuah tujuan. Dan perahu yang bisa kita gunakan adalah yang ayah sebut dengan "basmallah" .

Kalau kamu menggunakan kapal ini. ia akan melaju dengan sigap untuk menghadapi ombak yang menggunung dan menderu dengan tajam. Kapal ini tentu  akan setia menemanimu sebagai kapal tangguh. bila satu saat kapal ini berhasil mengarungi samudera tentu karena usahamu sebagai sang nahkoda yang berhasil menghadapi ombak yang besar. Dan pada saatnya kamu akan dikenang nahkoda yang handal.

Nak, ketahuilah bahwa Nahkoda itu adalah dirimu, samudera adalah jalan hidupmu dimana kau berada saat ini. Dan kapal itu adalah caramu menghadapi permasalahan hidup ini. Untuk itu janganlah kamu berpaling dari permasalahan ini. 

Selamat mengarungi samudera ini,Nak!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keyakinan Kita

Anakku,

Setiap malam kadangkala ayah ingin selalu mendongeng saat ayah akan mengantarmu tidur. Tapi usaha itu ayah urungkan karena kamu sudah terlelap setelah seharian bermain. Barangkali ada esok hari yang bisa ayah ceritakan ketika mengantarmu ke tempat tidur.

Anakku,

Ada sebuah cerita yang ingin ayah dongengkan sebelum kamu tidur, cerita ini sebenarnya sering ayah dengar dari orang secara turun-temurun. Barangkali ceritanya sangat sederhana tapi tujuan tidaklah sederhana yaitu untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik) disamping untuk menghibur.



Dahulu pernah ada seorang ayah dan anaknya yang berjalan dengan menaiki keledainya.

Ketika diperjalanan orang-orang heran melihatnya bahkan merasa miris karena mereka melihat betapa kasihan si keledai yang dibebani oleh dua manusia dan barang-barang.

Mendengar celetukan orang-orang itu, si ayah berkata kepada anaknya, "nak, sebaiknya kamu saja yang naik. Keledai ini tidak akan kuat sampai ke tujuan kalau terlalu berat".

Akhirnya si ayah …

Kisah Tak Kunjung Usai

Cahaya adalah hembusan sinar yang mencorong seluruh penjuru sudut ruang. Dan setiap kegelapan akan dilaluinya sehingga lenyaplah kegelapan itu. Bila ada kegelapan yang terlampaui maka cahaya itu telah dihentikan jalannya, dan berhenti tanpa setitik pun yang menyelimutinya.
Cahaya matahari selalu muncul ketika tiba esok hari di waktu pagi. Dan setiap penjuru ruang akan terkena sinarnya sehingga tidak ada tempat yang gelap. Disamping itu cahaya matahari menunjukkan hal yang tak nampak. Semua semesta telah terlihat di mata ketika cahaya itu memberi penerangan. Ketika muncul matahari dengan sinarnya, jalan-jalan, pepohonan, binatang dan lainnya telah nampak sekali dalam pandangan mata. Tetapi semua itu adalah semu. Kenapa semu? karena cahayanya tidaklah abadi. Ia akan berhenti ketika malam tiba dan digantikan oleh rembulan, sehingga semua yang nampak karena cahaya itu, kini tidaklah terlihat lagi. Kegelapan telah menyelimutinya, sekalipun masih ada cahaya rembulan, tetap saja tak mampu men…

Sikap Santun

Anakku,
Bumi ini begitu indah kala dipandang, banyak tanaman hijau tumbuh dengan lebat, pegunungan menjulang tinggi, samudera luas membentang dan masih banyak lagi keindahan yang tidak terhitung jumlahnya karena memang Allah maha luas dengan segala ciptaan-Nya.


Anakku,
Kalau bumi ini sudah sangat indah, maka perindahkanlah sikapmu pada bumi. Karena bumi ini diciptakan untuk orang-orang yang mencintai keindahan. sedangkan keindahan itu sendiri adalah Allah yang menciptakannya. Maka kalau kamu mencintai keindahan berarti kamu mencintai ciptaan-Nya.