Langsung ke konten utama

Belajar Kepada Almaghfurlah Gusdur

Anakku, 

Kali ini ayah ingin bercerita bahwa di negeri ada sosok yang bisa dibanggakan oleh siapapun, termasuk oleh kita.

Tentu ada pertanyaan, kenapa Gusdur patut dibanggakan?.

Anakku,

Untuk menjawab pertanyaan ini tidak semudah membalikan telapak tangan. Seperti ayah memulai cerita ini saja sempat bingung harus mulai darimana. 

Ayah ingin bercerita kalau ayah sangat mengidolakan sosok beliau, nama beliau sebenarnya Abdurrahman Ad-dachil, tapi orang-orang suka menyebutnya dengan Gus Dur.

Tentu tidak mudah untuk mengidolakan sosok seperti beliau. Ayah sendiri mengalami perjalanan batiniyah dan intelektual yang tidak sebentar, bahkan sampai kini pun masih melakukan perjalanan itu.

Anakku,


Ayah sedang belajar kepada beliau melalui penafsiran puisi salah satu putri beliau, Inayah Wahid. yang berjudul Guru Bangsa.

Guru Bangsa
Bapak…..
Boleh aku minta tolong diajari
Bantu aku memahami
Karena bapak kan katanya
Presiden paling pandai seantero negeri, intelektualitasnya sudah diakui
Mbok ya, anakmu ini diajari
Memahami semua ironi ini

Pak…
Kenapa dulu mereka selalu menghina
Presiden kok buta
Padahal kenyataannya, bapak loh yang sebenarnya mengajari kita,
untuk melihat manusia seutuhnya
Tanpa embel-embel jabatan atau harta, suku atau agama
Tak peduli bagaimana rupanya

Pak….
Kenapa dulu mereka melecehkan
Mengatakan presiden kok tidak bisa jalan sendirian

Rakyat Indonesia menuju demokrasi dan keadilan yang sesungguhnya

Pak….
Bisa tolong jelaskan
Kenapa orang-orang yang dulu bapak besarkan, malah akhirnya menjatuhkan
Menggigit tangan orang yang memberi mereka makan
Apa mereka telah lupa dengan yang bapak ajarkan, bahwa hidup adalah pengabdian
Yang tidak boleh meminta harta atau jabatan

Pak…
Tolong beri kami jawaban
Lewat mimpi atau pertanda
Lewat simbol juga akan aku terima

Pak…
Tolong pak, tolong aku diajari!
-Jakarta 12 Februari 2010


Anakku,

Melalui puisi ini putri beliau menyampaikan kegelisahannya. Dan berdasarkan puisi diatas, perjuangan bapaknya tidaklah mudah untuk diajarkan kepada orang lain. Karena berbagai kendala dan hambatan selalu merintanginya. 

Untuk itu, jadilah kamu anak yang selalu siap dengan berbagai rintangan. Dan janganlah lengah dengan segala hal.

Ingatlah itu, Nak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keyakinan Kita

Anakku,

Setiap malam kadangkala ayah ingin selalu mendongeng saat ayah akan mengantarmu tidur. Tapi usaha itu ayah urungkan karena kamu sudah terlelap setelah seharian bermain. Barangkali ada esok hari yang bisa ayah ceritakan ketika mengantarmu ke tempat tidur.

Anakku,

Ada sebuah cerita yang ingin ayah dongengkan sebelum kamu tidur, cerita ini sebenarnya sering ayah dengar dari orang secara turun-temurun. Barangkali ceritanya sangat sederhana tapi tujuan tidaklah sederhana yaitu untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik) disamping untuk menghibur.



Dahulu pernah ada seorang ayah dan anaknya yang berjalan dengan menaiki keledainya.

Ketika diperjalanan orang-orang heran melihatnya bahkan merasa miris karena mereka melihat betapa kasihan si keledai yang dibebani oleh dua manusia dan barang-barang.

Mendengar celetukan orang-orang itu, si ayah berkata kepada anaknya, "nak, sebaiknya kamu saja yang naik. Keledai ini tidak akan kuat sampai ke tujuan kalau terlalu berat".

Akhirnya si ayah …

Kisah Tak Kunjung Usai

Cahaya adalah hembusan sinar yang mencorong seluruh penjuru sudut ruang. Dan setiap kegelapan akan dilaluinya sehingga lenyaplah kegelapan itu. Bila ada kegelapan yang terlampaui maka cahaya itu telah dihentikan jalannya, dan berhenti tanpa setitik pun yang menyelimutinya.
Cahaya matahari selalu muncul ketika tiba esok hari di waktu pagi. Dan setiap penjuru ruang akan terkena sinarnya sehingga tidak ada tempat yang gelap. Disamping itu cahaya matahari menunjukkan hal yang tak nampak. Semua semesta telah terlihat di mata ketika cahaya itu memberi penerangan. Ketika muncul matahari dengan sinarnya, jalan-jalan, pepohonan, binatang dan lainnya telah nampak sekali dalam pandangan mata. Tetapi semua itu adalah semu. Kenapa semu? karena cahayanya tidaklah abadi. Ia akan berhenti ketika malam tiba dan digantikan oleh rembulan, sehingga semua yang nampak karena cahaya itu, kini tidaklah terlihat lagi. Kegelapan telah menyelimutinya, sekalipun masih ada cahaya rembulan, tetap saja tak mampu men…

Sikap Santun

Anakku,
Bumi ini begitu indah kala dipandang, banyak tanaman hijau tumbuh dengan lebat, pegunungan menjulang tinggi, samudera luas membentang dan masih banyak lagi keindahan yang tidak terhitung jumlahnya karena memang Allah maha luas dengan segala ciptaan-Nya.


Anakku,
Kalau bumi ini sudah sangat indah, maka perindahkanlah sikapmu pada bumi. Karena bumi ini diciptakan untuk orang-orang yang mencintai keindahan. sedangkan keindahan itu sendiri adalah Allah yang menciptakannya. Maka kalau kamu mencintai keindahan berarti kamu mencintai ciptaan-Nya.