Ingat Basmallah



Bismillah

Bismillah, bapakku ibuku menjadi jalan bagiku
Kelahiranku di dunia hampa ini
Lalu tumbuhlah ragaku bagai pohon
Kian bertambah tahun usiaku, kian tinggi postur ragaku
Kian dewasa, kian tua usiaku
Kian tua, kian mendekati ajal kepadaku

Bismillah, bapakku ibuku tidak berkuasa menghadirkan aku di dunia
Bapak ibuku tidak menginginkan seorang generasi layaknya Firaun, Namrud, Hitler
Tapi menginginkan generasi layaknya Umar bin Abdul Aziz, Al-Ghazali, atau Amir Hamzah

Tapi sesungguhnya Allah lebih berkehendak atas bapak ibuku
Aku hanyalah manusia, yang lahirkan ditengah tawa dan bahagianya orang-orang disekeliling ibuku
Sedang aku meradang menangis kesakitan yang entah apa musababnya.

Tuhan berkehendak atasku, bapakku dan ibuku, tapi mereka berdua yang memberiku nama
Nama yang menurut mereka lebih baik dari Firaun, Namrud, atau pula Hitler
Tapi belum tentu juga lebih baik dari Abu Bakar, Usman, Ali, dan ataupun Chairil Anwar

Bismillah, bapak ibuku menertawaiku dan memarahiku
Aku menjadi manusia tapi masih dituntut menjadi orang
Bukankah aku ini orang?, Tanya hatiku pada entah siapa yang mau menjawab

Bismillah, bapak ibuku tidak tahu siapa aku
Aku tenggelam dalam laut hitam, tapi kadang aku terbang ke langit yang cerah
Bapak ibuku kemana, aku ingin mengajak mereka berdua hanya sampai di langit
Tapi tidak sampai di lembah hitam.

Bismillah, Bapak dan ibuku telah berjasa untuk hidup dan matiku.

Terima Kasih Bapak dan Ibu, Allah akan membalas kebaikan kalian berdua.

Tidak ada komentar